<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Alat Pembagi Beban Generator</title>
	<atom:link href="http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Aug 2009 08:32:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Vian</title>
		<link>http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-55</link>
		<dc:creator>Vian</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Oct 2008 13:19:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-55</guid>
		<description>Mau tanya...

Prinsip pendinginan udara dengan Air Condicioner... gmana sich..!!!

Thanks..!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya&#8230;</p>
<p>Prinsip pendinginan udara dengan Air Condicioner&#8230; gmana sich..!!!</p>
<p>Thanks..!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dwi sulistyanto</title>
		<link>http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-31</link>
		<dc:creator>dwi sulistyanto</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 02:40:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-31</guid>
		<description>mas,saya sdng mencari data tugas akhir tentang pengaturan tegangan motor dc menggunakan potensio ,bisa ga kecepatan motor trsebut diatur menggunakan potensio? kalo bisa menggunakan potensio seperti apa ya? motor dc nya kapasitas 24 v .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas,saya sdng mencari data tugas akhir tentang pengaturan tegangan motor dc menggunakan potensio ,bisa ga kecepatan motor trsebut diatur menggunakan potensio? kalo bisa menggunakan potensio seperti apa ya? motor dc nya kapasitas 24 v .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wira</title>
		<link>http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-15</link>
		<dc:creator>wira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 04:04:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bobbyfiles.wordpress.com/2008/01/12/alat-pembagi-beban-generator/#comment-15</guid>
		<description>guys, gmn sistem kerjanya potensiometer u/ pengukuran tegangan DC?


jwb:
pada prinsipnya, penggunaan ptensiometer untuk tegangan AC maupun DC sama....
unutk melakukan pengukuran, yang pertama kali dilakukan adalah menghubungkan 2 kaki potensio untuk diukur dengan ohmmeter.
bilaterjadi perubahan nilai saat ohmeter diputar, maka potensio bisa digunakan.....
jika tidak, maka harus dicari konfigurasi yang lain.....

NB: 1. potensio digunakan sebagai beban.... pada prinsipnya, penggunaan beban adalah seolah-olah menyerap arus yang lewat pada rangkaian unutk menghjasilkan  tegangan... selain itui, beban potensio yang berupa beban resistifdapat digunakan sebagai filter terutama jk d tambah dengan induktor, kapasitor maupun keduanya
      2.perlu diketahui, untuk potensiometer, salah satu kaki jika dihubungkan dengan kaki laen dan saaat di test tidak terjadi perubahan nilai pada
ohmeter, maka potensio tidak akan dapat bekerja.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>guys, gmn sistem kerjanya potensiometer u/ pengukuran tegangan DC?</p>
<p>jwb:<br />
pada prinsipnya, penggunaan ptensiometer untuk tegangan AC maupun DC sama&#8230;.<br />
unutk melakukan pengukuran, yang pertama kali dilakukan adalah menghubungkan 2 kaki potensio untuk diukur dengan ohmmeter.<br />
bilaterjadi perubahan nilai saat ohmeter diputar, maka potensio bisa digunakan&#8230;..<br />
jika tidak, maka harus dicari konfigurasi yang lain&#8230;..</p>
<p>NB: 1. potensio digunakan sebagai beban&#8230;. pada prinsipnya, penggunaan beban adalah seolah-olah menyerap arus yang lewat pada rangkaian unutk menghjasilkan  tegangan&#8230; selain itui, beban potensio yang berupa beban resistifdapat digunakan sebagai filter terutama jk d tambah dengan induktor, kapasitor maupun keduanya<br />
      2.perlu diketahui, untuk potensiometer, salah satu kaki jika dihubungkan dengan kaki laen dan saaat di test tidak terjadi perubahan nilai pada<br />
ohmeter, maka potensio tidak akan dapat bekerja&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
