PEMROGRAMAN C-1

Pendahuluan

Program komputer yang juga dikenal dengan perangkat lunak (software) tersusun dari sederetan instruksi yang akan dijalankan oleh komputer sebagai perangkat keras (hardware). Apabila kita akan menyusun program maka kita harus menentukan instruksi-instruksi yang harus dijalankan oleh komputer untuk melaksanakan operasi yang kita kehendaki. Proses untuk mendefinisikan instruksi yang akan dijalankan oleh komputer disebut dengan pemrograman. Untuk menyusun instruksi-instruksi yang dikehendaki tersebut maka diperlukan bahasa yang disebut dengan bahasa pemrogran. C dan C++ adalah dua dari sekian banyak bahasa pemrograman yang banyak dipelajari oleh seorang programmer. Banyak programmer yang memakai bahasa pemrograman seperti BASIC, Pascal, FORTRAN dan yang saat ini banyak dikembangkan yaitu java. Pada buku ini kita akan mempelajari bahasa pemrograman C dan bahasa pemrograman C++.

Instruksi-instruksi dalam bahasa pemrograman C disimpan di dalam file ASCII yang namanya biasanya berekstensi .c, dan untuk bahasa pemrograman C++ berekstensi .cpp.

Pada tahun 1978, Brian W. Kernighan & Dennis M.Ritchie dari AT&T Laboratories mengembangkan bahasa pemrograman B yang kemudian menjadi bahasa baru yang diberi nama bahasa C. Nama C dipilih karena susunan abjad setelah B adalah C, tapi sampai sekarang belum ada orang yang mengembangkan bahasa pemrograman C menjadi bahasa pemrograman D bahkan perkembangan selanjutnya menjadi bahasa pemrograman C++.

Sejak awal tahun 1980 bahasa pemrograman C banyak digunakan oleh para parogrammer untuk membuat perangkat lunak yang menggunakan sistem operasi UNIX, akan tetapi dalam perkembangan selanjutnya bahasa pemrograman C juga dapat dipakai dengan menggunakan sistem operasi lain misalnya MS-DOS dan juga Windows.

Instruksi-instruksi yang dijalankan komputer sesungguhnya adalah kumpulan dari digit 1 dan 0 yang disebut dengan bit (binary digit). Pada tahun 1940-an dan 1950-an programmer yang akan memrogram komputer harus memahami cara komputer mengartikan bermacam-macam kombinasi 1 dan 0 ini dan programmer pada saat itu menulis semua programnya dengan menggunakan kode binary ini, akan tetapi ketika kebutuhan pemrograman semakin lama semakin besar maka cara penulisan ini tentu saja tidak praktis, sehingga muncullah bahasa-bahasa pemrograman yang diciptakan sehingga memudahkan programmer dalam mengaplikasikan programnya. Programmer mengekspresikan instruksi-instruksi komputer dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dan menempatkan instruksi-instruksi tersebut dalam sebuah file (file sumber), kemudian dibutuhkan program kedua yang disebut dengan compiler yang akan mengkonversikan instruksi-instruksi bahasa pemrograman ke dalam bentuk kode mesin (1 dan 0) yang dipahami oleh komputer.

I.1. Menciptakan File Sumber

Pada saat menciptakan sebuah program, instruksi-instruksi yang akan dijalankan komputer harus diletakkan pada file sumber, untuk menciptakan file sumber ini harus menggunakan sebuah editor ASCII, dan file sumber ini tidak dapat di ciptakan menggunakan perangkat lunak pengolah kata karena pada pengolah kata terdapat style pada font maupun pada batas pengetikan yang tentu saja pada pengolah kata tersebut ditambahkan karakter-karakter yang dibutuhkan untuk menandai style tersebut, kondisi ini akan membingungkan compiler apabila akan mengkonversikan file sumber ke dalam bentuk bahasa mesin dan akan menimbulkan kesalahan.

Sebagai uji coba pertama instruksi-instruksi dibawah ini akan membantu untuk mempelajari pembuatan file sumber.

# include <stdio>

void main()

{

printf ( “Ini adalah program pendek untuk latihan.”);

}

Sekalipun program ini terdiri dari lima baris, tetapi hanya pernyataan printf yang sebenarnya melaksanakan kerja. Intruksi printf ini akan menampilkan pesan “Ini adalah program pendek untuk latihan.” Pada layar monitor.

I.2. Kesalahan Sintaks

Setiap bahasa pemrograman memiliki sekumpulan aturan atau aturan sintaks yang harus dipatuhi oleh programmer, apabila programmer melanggar sintaks ini maka program yang telah dibuat tidak akan berhasil dikompilasi, sebagai gantinya compiler akan menampilkan pesan kesalahan pada layar monitor dengan menunjukkan baris dari program yang terdapat kesalahan dan keterangan singkat dari kesalahan tersebut.

Sebagai contoh apabila programmer membuat file sumber sebagai berikut :

# include <stdio>

void main()

{

printf ( “Ini adalah program pendek untuk latihan.);

}

maka perhatikan kesalahan yang akan timbul pada saat dikompilasi. Kemudian betulkan dengan memberi tanda “ pada kalimat (“……latihan”).

I.3. Struktur Program C

Program sederhana berikut menunjukkan struktur minimal dari Pemrograman dengan menggunakan bahasa pemrograman C :

# include <stdio>

void main()

{

printf ( “Ini adalah program pendek untuk latihan.”);

}

Pada statement pertama #include mengarahkan compiler C untuk memakai isi file tertentu, pernyataan #include menugaskan compiler C untuk menggunakan file yang bernama stdio.h, file yang ditentukan dalam pernyataan #include merupakan file ASCII yang berisi kode sumber C. File-file yang menggunakan ekstensi .h disebut header file. File-file ini berisi pernyataan-pernyataan yang umum dipakai pada program dengan menggunakan bahasa pemrograman C dengan menugaskan compiler untuk menggunakan file yang ditunjuk tersebut.

Statement void main() mengindikasikan kepada compiler bahwa instruksi instruksi dibawahnya sebagai program utama (main) yang diinginkan untuk dijalankan terlebih dahulu. Pada saat kompleksitas program sudah meningkat, biasanya programmer memecah menjadi potongan-potongan kecil yang lebih mudah untuk dipahami sehingga tidak merasa kesulitan dalam men-trace program.

Selanjutnya compiler C perlu diberitahu tentang intruksi-instruksi yang berhubungan dengan masing-masing bagian program. Untuk menugaskan pernyataan-pernyataan program kebagian-bagian tertentu, perlu ditempatkan kurung kurawal buka/{ dan kurung tutup/}. Kurung kurawal ini merupakan bagian sintaks C. Untuk setiap kurung kurawal buka, programmer harus memberitahu kurung penutupnya dari sekelompok pernyataan di dalamnya.

TUGAS 1

Bandingkan dan jelaskan keluaran dari program berikut :

Ø #include <stdio.h>

void main ()

{

printf (“Ini sebagai baris pertama.”);

printf (“Ini sebagai baris kedua.”);

}

Ø #include <stdio.h>

void main ()

{

printf (“Ini sebagai baris pertama.\n”);

printf (“Ini sebagai baris kedua.”);

}

I.4. Mendeklarasikan Variabel dan Memberikan sebuah Nilai

Variabel adalah nama yang oleh program dikaitkan dengan lokasi penyimpanan dalam memori yang dapat menyimpan berbagai nilai.. Setelah variabel dideklarasikan dalam sebuah program, kita dapat menugaskan sebuah nilai dengan memakai tanda sama dengan (operator penugasan) Pada bahasa pemrograman C semua variabel harus dideklarasikan sebelum mereka digunakan. Deklarasi variabel ini sangat membantu terutama akan membantu memberitahukan kepada compiler apa tipe dari variabel yang digunakan. Dalam bahasa pemrograman C terdiri dari 5 tipe data dasar seperti dalam table 1 berikut :

Tabel 1 5 Tipe Data Dasar

Type

Keterangan

Keyword

character

Menyimpan sebuah karakter, misalnya huruf dari A sampai dengan Z

char

integer

Menyimpan bilangan yang dapat dihitung(disebut integer) seperti 1, 2, dan 3, dan juga bilangan negatif

int

float

Menyimpan bilangan titik-mengambang(dengan titik decimal), seperti 3.14 atau -54.1343 (tanda pecahan berupa titik, bukan koma)

float

double

Menyimpan bilangan titik mengambang ganda (yang ketelitiannya lebih tinggi untuk bilangan yang sangat besar atau sangat kecil

double

void

Valueless (akan dipelajari kemudian)

void

 

Variabel adalah nama yang dihubungkan oleh compiler C dengan satu atau beberapa memori. Ketika mendeklarasikan variabel di dalam program, harus ditetapkan tipe dan nama variabel. Tipe variabel menentukan jenis nilai yang dapat disimpan pada variabel dan sekumpulan operasi yang dapat dilakukan oleh program terhadap data. C memakai tipe char untuk menyimpan nilai karakter. Biasanya compiler C mengalokasikan delapan bit (1 byte) untuk menyimpan nilai bertipe char. Variabel dengan tipe char dapat menyimpan nilai antara -128 sampai dengan 127. Program dapat menugaskan sebuah nilai ke sebuah variabel bertipe char dengan salah satu diantara dua cara yaitu pertama program dapat menugaskan nilai ASCII karakter. Sebagai contoh huruf A mempunyai nilai ASCII 65.

Char hurufA = 65;

Kedua program dapat memakai konstanta karakter, yang muncul dalam tanda petik tunggal seperti

Char hurufA = ‘A’ ;

Variabel bertipe char hanya menampung sebuah karakter setiap saat. Untuk menyimpan sejumlah karakter, harus mendeklarasikan string karakter.(akan dipelajari berikutnya)

Pemrograman C memakai tipe int untuk menyimpan nilai integer (bilangan yang dapat dihitung baik positif maupun negative. Biasanya compiler C mengalokasikan enam belas bit (2 byte) untuk menyimpan tipe nilai bertipe int. Variabel bertipe int dapat menyimpan nilai dalam jangkauan -32.768 hingga 32.767. Nilai bertipe int merupakan bilangan bulat. Nilainya tidak mengandung bagian pecahan. Sebagaimana pada bilangan titik-mengambang, kalau menugaskan nilai titik mengambang ke variabel bertipe int, kebanyakan compiler C akan memotong bagian pecahannya dan kalau menugaskan variabel bertipe int dengan nilai diluar jangkauan -32.768 hingga 32.767, kondisi overflow akan terjadi, dan nilai yang ditugaskan dalam keadaan salah.

Pemrograman C memakai tipe float untuk menyimpan nilai titik-mengambang (bilangan positif dan negative yang mengandung bagian pecahan). Kompiler C biasanya mengalokasikan 32 bit (4 byte) untuk menyimpan nilai bertipe float. Variabel bertipe float dapat menyimpan nilai dengan ketelitian 6 sampai dengan 7 digit, dalam jangkauan 3.4E-38 sampai dengan 3.4E+38

Pemrograman C memakai tipe double untuk menyimpan nilai titik mengambang (bilangan postif dan negative yang berisi bagian pecahan). Kompiler C biasanya mengalokasikan 64 bit (8 byte) untuk menyimpan nilai bertipe double. Variabel bertipe double dapat menyimpan nilai dengan kepresisian 14 hingga 15 digit, dalam jangkauan -1.7E-308 sampai dengan 1.7E+308.

TUGAS 2

Cobalah listing program berikut ini dan jelaskan hasil yang anda peroleh

1. #include “stdio.h”

main()

{

int num;

num = 100;

printf(“Nilai dari integer adalah %d”, num);

}

2. #include “stdio.h”

main()

{

char ch;

float f;

double d;

ch = ‘X’;

f = 100.123;

d = 123.009;

printf(“Nilai dari karakter adalah %c”, ch);

printf(“Nilai dari float adalah %f”, f);

printf(“Nilai dari double adalah %f”, d);

}

3. #include “stdio.h”

main()

{

int num;

float f;

printf(“Masukkan Nilai Integer : ”);

scanf(“%d”, &num);

printf(“Masukkan Nilai Floating point : ”);

scanf(“%f”, &f);

printf(“%d”, num);

printf(“%f:,f)

}

I.5. Memasukkan Nilai dari Keyboard

Walaupun ada beberapa cara untuk membuat program yang dapat memasukkan nilai numerik dari perangkat keyboard, akan tetapi pada bab ini akan dipelajari cara yang termudah dengan menggunakan fungsi standard dari pemrograman C dengan statement scanf(). Dalam bab ini fungsi scanf() digunakan untuk membaca nilai integer dan floating-point yang dimasukkan dari keyboard.

Bentuk umum dari statement scanf() adalah sebagai berikut :

scanf(“%d”, &int-var-name);

dimana int-var-name adalah nama dari variabel integer yang diharapkan akan menerima nilai masukan, sedangkan %d adalah argument yang akan menerima masukan berupa nilai integer dalam format desimal, sedangkan awalan & pada nama variabel adalah operasi yang harus diberikan pada fungsi scanf(). Untuk membaca nilai floating point dari keyboard dengan scanf(), maka bentuk umum dari statement scanf() adalah sebagai berikut :

scanf(“%f”, &int-var-name);

 

TUGAS 3

Cobalah listing program berikut ini dan jelaskan hasil yang anda peroleh

1. #include “stdio.h”

main()

{

int num;

float f;

printf(“Masukkan Nilai Integer : ”);

scanf( “%d”, &num);

printf(“Masukkan Nilai Floating Point : ”);

scanf( “%d”, &f);

printf(“%d”, num);

printf(“%f”, f);

}

I.6. Operasi Dasar Matematika pada C

Hampir pada semua program kecuali program yang sederhana diperlukan operasi aritmatika, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian atau pembagian. Untuk melaksanakan operasi dasar matematika tersebut, dalam pemrograman C disediakan operator-operator aritmatika sebagai berikut :

Operator

Kegunaan

+

Penambahan

Pengurangan

*

Perkalian

/

Pembagian

TUGAS 4

Cobalah listing program berikut ini dan jelaskan hasil yang anda peroleh

1. #include “stdio.h”

main()

{

int panjang;

int lebar

printf(“ Panjang ? : ”);

scanf( “%d”, &panjang);

printf(“Lebar ? : ”);

scanf( “%d”, &lebar);

printf(“luas area adalah :, panjang * lebar);

}

2. Carilah referensi bagaimana apabila anda membutuhkan operasi matematika untuk kwadrat, akar kwadrat dan operasi-operasi lain sebanyak mungkin.

1 Comment

  1. di sini ada forumnya gak?? plzz…aq mau pintar algoritma..
    ^o^


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s