Syeh Puji, antara poligami dan “nafsu birahi”

Ini semua ditulis berdasarkan pandangan saya pribadi…. Jika ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan tulisan ini, lebih baik jadikan tulisan ini sebagai kritik membangun dan bukan sebagai alat pemecah belah umat…

Menjadi terkenal itu ternyata mudah, tinggal buat saja sensasi, pasti jadi wahhh….!!! Pujiono Cahyo Wicaksono… Siapa sih, yang  gak kenal sama syeh yang satu ini…??? beberapa hari ini wajahnya selalu muncul baik di media cetak maupun elektronik…. Pengusaha nyentrik nan sukses asal Bedono, Jambu, Semarang ini tidak henti-hentinya membikin sensasi baru… Setelah memasang brangkas berisi uang di depan rumahnya dengan tulisan gudang duit (tayangan good morning tgl 27 oktober 2008), ia membuat sensasi yang lebih heboh lagi dengan menikahi gadis dibawah umur bernama lutfiana ulfa yang waktu dinikahi, masih belum genap berumur 12 tahun…. Wah-wah, mau jadi apa bangsa ini nantinya, jika panutannya seolah gak mau tau dan mau seenaknya sendiri…?? Sebagai seorang Syeh dan pemilik pondok pesantren Miftahul Jannah, tentunya dia menjadi panutan bagi santri-santrinya… Lha kalau kaya gini, mau dijadikan panutan yang mananya dulu….?? Mungkin memang benar, jika urusan agama, beliau jagonya, tapi buat urusan pergaulan….??? Bagaimana sih, pendapat orang lain tentang dirinya….?? Apakah ada orang tua yang mau menikahkan anaknya dengan orang yang lebih pantas dipanggil “eyang” oleh anaknya sendiri…??? Meskipun secara agama pernikahan tidak diharamkan asal kedua belah pihak setuju, tapi bagaimanakah pandangan orang lain…??? Apa memang benar alasan pernikahan ini dikarenakan kedua belah pihak memang saling suka dan ikhlas melakukan pernikahan ini, atau ada faktor-faktor lain dalam tanda kutip “…” yang mendasari pernikahan ini….??? Lha wong jika dipikir secara rasional saja, sekarang tuh dah jarang banget orang yang mau dijodohin ma orang  lain yang pautan umurnya 5-10 tahun diatasnya… Lha ini malah mau menikah sama orang yang umurnya lebih tua 8 tahun dari orang tua pasangannya…. Bikin geleng-geleng kepala tentunya….
Meskipun KUA tidak mengesahkan pernikahan ini, tetapi sang syeh tetap berdalih kalau pernikahan ini sah menurut agama… Lha kalau semua di dasarkan pada hukum agama dan sudah tidak mengindahkan peraturan yang ada di tempat ia berada, buat apa ada peraturan tentang pernikahan segala, dalam hal ini buat apa, ada KUA lagi……??? Bukankah peraturan ada untuk dipatuhi dan bukan untuk dilanggar agar semua bisa tertata lebih baik….?? Selain itu, bukankah ada pepatah yang bilang, “dimana bumi dipijak, disitu langit dijinjing” kalau benar niatnya untuk melanjutkan keturunan, apa sudah tidak ada lagi perempuan yang seumuran yang menarik hati….?? atau sudah tidak “tahankah” untuk menunggu seenggak-enggaknya sampai si cewek berumur 20 tahun…??? Pikiran-pikiran semacam ini pastilah sudah sering muncul di benak kita, orang-orang yang mungkin “awam” dalam urusan pernikahan dan tidak tahu-menahu bagaimana seharusnya pernikahan dilakukan, karena itulah selalu mengajukan protes kalau ada hal-hal semacam ini…..
Kalau saja kita mau berfikir ulang, poligami saja sudah menjadikan momok yang menakutkan dalam kehidupan rumah tangga, terutama bagi pihak perempuan…. Siapa juga sih, yang mau suaminya di bagi-bagi….??? Apa ada yang mau dengan benar-benar ikhlas tanpa ada chit-chat terlebih dahulu dengan suami dan langsung berkata “ok, menikahlah dengan orang lain….” kalau ada, aku sendiri juga mau….!!! Pastilah tidak ada…. Kalau kasusnya seperti ini, gak tau lagi mau ngomong apaan… Mau marah, emosi juga gak berhak…. Mau dukung, tapi koq kelewatan…. Semuanya, kita serahkan saja pada hati nurani kita masing-masing….. Oh iya, masalah keinginan Syeh buat memperistri wanita berumur 9 dan 7 tahun ini, sebaiknya dipikir ulang….. Pa memang sudah tidak ada lagi wanita seumuran yang menarik hati, apa bukan karena “sudah kangen kepingin nggendong cucu….???”

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s